#tulisanku di Jadibaik · belajar · berpikir · kehidupan

Rizki Minnallah

“Alhamdulillah, alhamdulillah rizki minnallah,” ujar seorang teman ketika akhirnya bisa menemukan ruang parkir untuk mobilnya. Saya tertegun sesaat. Rasa syukur teman saya begitu besar ketika mendapatkan ruang parkir. Berlebihankah hingga ia menyebutnya itu adalah rezeki?
Nyatanya, ketika semua ditelusuri, “rezeki” itu benar adanya. Kemudahan yang disyukuri mendapat ruang parkir untuk mobilnya memudahkan kami untuk segera menuju lokasi pertemuan, menghemat waktu dan tenaga sekaligus ada rasa tenang karena insya Allah kendaraan sebagai saran transportasi kami aman.
Bagaimana kalau kami sulit mendapatkan tempat parkir,  mungkin kami harus berputar-putar dari lantai satu ke lantai lainnya, menunggu dan banyak lagi usaha yang kemudian membuat waktu kami terbuang.
Mungkin karena saya bukan pengendara mobil, hal itu tidak terlalu mengusik saya. Sementara teman saya itu, dengan mobilitas yang tinggi mengurus keluarga, bisnis hingga dakwah, bersegera mengerjakan berbagai urusan satu dengan lain adalah hal penting. Sekadar urusan parkir pun menjadi penting buatnya agar semua bisa berjalan lancar.
“Masih rezekinya….” ujar seorang kawan setelah mendengar cerita saya menaruh ponsel dan dompet secara sembrono, tapi tidak hilang, mengingat berbagai aksi kejahatan marak belakangan ini. “Alhamdulillah”, jawab saya. Barang-barang yang kita miliki juga titipan. Menjadi sebuah rezeki ketika kita lolos dari aksi kejahatan di sekitar kita.
Dalam kesempatan lain saat dalam perjalanan, saya pernah kebingungan ketika akan naik kendaraan umum. Barang yang saya bawa cukup berat, sementara saya pun menggendong anak saya yang tengah terlelap. Cuaca juga mendung. Bertemu sopir taksi yang baik, yang mau mengantarkan ke tempat tujuan tanpa menipu argo menjadi “rezeki” buat saya. Selamat sampai tujuan tanpa kurang sesuatu juga “rezeki” yang tak terkira.
Ah, ternyata kita Kadang tak menyadari, ada banyak rezeki, kesempatan, keselamatan yang Dia limpahkan  setiap hari … setiap detik dalam kehidupan kita….
Alhamdulillah,  atas panca indra kita yang berfungsi sempurna
Alhamdulillah, atas nikmat menghirup udara pagi yang segar
Alhamdulillah, alhamdulillah (NK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s