Tak Berkategori

UP and Down

Sewaktu saya menulis kisah tentang almarhum bapak saya, seorang teman berkomentar kira-kira seperti ini, “Hubungan dengan orangtua itu up n down”.

Saya pahami itu karena memang saya pun tak selalu seiring, sejalan, sependapat, dengan orangtua saya.

Saya pahami kemudian, bahwa hal ini juga terjadi pada sahabat, pasangan, anak, dan lain-lain.

Sungguh tak mudah bersabar, berprasangka baik, ketika hubungan kita tengah down. Emosi, mood dan apa saja bisa turut memperburuk keadaan.

Itu yang disebut ujian… yang kelihatan mudah, tapi ternyata tidak.

Kalau dengan orangtua, kita akan tetap jadi keluarga, khilaf kita dan khilafnya bisa termaafkan. Kalau dengan pasangan resmi (suami-istri), kita pun bisa saling memaafkan, paling tidak ada yang mengalah… tak ada ruginya.

Bagaimana dengan hubungan “down” dengan orang yang baru bertemu, baru kenal, sekadar teman… bisa saja kita anggap angin lalu, tapi bisa saja itu kesan yang mendalam. Sebagai contoh, urusan dengan layanan publik yang nggak menyenangkan, pelayan toko yang ramah… kita bisa langsung memutuskan untuk pergi.

Sedangkan dengan teman dan sahabat?
Kadang hanya 1, 2 hal, yang bahkan tak terkonfirmasi saja, menghapus kebaikan-kebaikan di masa lampau. Hanya kenangan, foto yang kemudian jadi masa indah, hingga akhirnya seleksi alam pun bekerja.

Yah, hubungan up n down bisa terjadi dengan siapa saja…
Bisa cepat selesai…
Bisa jadi jalan menuju perbaikan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s