Tak Berkategori

Menulis, Menikah, dan Tentang Kesedernanaan

Seharusnya saya tak boleh meninggalkan rutinitas menulis… karena isi kepala saya sedemikian penuh, dan harus saya tuliskan baik-baik. Bukan, bukan untuk nyinyir, marah, kesal atau apa aja yang malah menyebarkan aura negatif… tapi sebuah tulisan yang juga membantu saya serta pembaca lain untuk punya pandangan berbeda. Bukan juga harus disetujui atau didukung. Itu hak masing-masing, tapi paling tidak, kita harus tahu, ada banyak sisi dalam hidup dan kehidupan.

Seperti pesta walimah, saya tak pernah membayangkan akan menikah dengan pesta, dll. Bahkan saya teramat polos ketika melihat bongkahan es berbentuk inisial si mempelai, membatin bahwa itu adalah kemewahan. Sampai kemudian saya menyadari kalau di pernikahan saya pun, ada bongkahan es itu…. inisial nama saya dan suami, itu pun dari foto dan video pernikahan.

Saya punya bayangan nikah sederhana. Bukan di gedung atau aula… Bahkan tak perlu dirayakan juga tak apa. Suami saya pun sama.
Kami bertemu karena memang tidak neko-neko dalam syarat. Kami pun tidak neko-neko juga dalam pesta walimah. Kalau sampai kemudian ada pesta walimah yang lumayan wah buat kami (maksudnya belum tentu buat orang lain) itu semata-mata rezeki dari-Nya, amanah juga, dan tentang keadilan…

Insya Allah, tunggu ceritanya di tulisan selanjutnya.

Ohiya, saya menulis ini karena tergelitik dengan banyak postingan beredar kalau yang bener tuh nikah sederhana saja, seolah-olah yang mengadakan pesta itu tak baik (saya bukan merasa dinyinyiri dan balas menyinyiri). Hanya saja, semua itu pasti ada alasannya. Mungkin ada baiknya, ditulis juga, kalau nikah itu mudah, murah…. sebagaimana hadits Nabi, jangan memaksa harus ada pesta, tapi memang tetap harus mengumumkan kerabat. Tapi tidak salah juga kalau ada pesta yang dimaksud memudahkan memberitahukan kerabat dan keluarga dekat…. sekalian, bukan bermaksud bermewah-mewah….

Ah, saya tahu akan ada pro dan kontra… tapi bolehkan saya punya pendapat berbeda… tentang saya dan pernikahan saya yang yang sesederhana mereka yang dulu pernah saya dambakan….

One thought on “Menulis, Menikah, dan Tentang Kesedernanaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s