Tak Berkategori

Ramadhan

Ramadhan, sayang…
Ketika ujian menyapa dengan caranya
Mengajak kita untuk lebih tenang, lebih sabar
Entah dengan cara apa…

Ramadhan, sayang
Ketika genggaman ini makin kuat
Tak ingin berjauhan…
Khawatir diri ini tersandung batu yang lebih besar
Dan kemudian menangis…

Ramadhan, sayang
Ketika merasa tak mampu berbuat
Berpikir…. berkata
Mengendalikan segala cara dengan sisa-sisa kebaikan…
Entah dengan apa kezaliman
Yang tak dianggap kezaliman oleh sang pelaku….
Harus kita hadapi…

Ramadhan, sayang
Kalau dengan 1 juz saja masih tak mampu
Mungkin 2 juz, 3 juz…. hingga tak ada waktu berpikir buruk
Menangis
Meratapi lelah…. dan lalai karena tak mampu banyak berbuat

Ramadhan, sayang
Ketika zikir harus terus ditambah
Sehingga tak ada lagi lara… marah yang percuma…

Ramadhan ini sayang…
Shaum begitu indah terlaksana…
Tapi diri berlelah mencerna makan setiap beberapa jam…
Khawatir dengan berbagai kata
perbedaan pendapat ini itu…
Sementara janin harus tetap tumbuh sempurna…

Ramadhan ini sayang…..
Harusnya kecap bahagia…
Bukam sekadar menyeka tangis di pipi karena lara
Harusnya bukan sesal
Walau tak mampu ikut menahan lapar

Ramadhan ini sayang
Ramadhan ke-5 denganmu
Ramadhan ke-3 dengannya
Ramadhan pertama, ia di rahimku…
di usianya…. yang masih teramat muda…

Ramadhan ini, sayang

Moga aku mampu…..
Mampu tak sekadar terucap,
tapi dari hati juga laku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s